Permintaan Pasar Minyak Sawit dan Diplomasi Indonesia Dalam Pasar Global

Latar Belakang

Minyak kelapa sawit telah digunakan oleh banyak negara sebagai bahan dasar untuk berbagai produk. Hampir di segala aspek kehidupan manusia sehari-hari, tidak pernah lepas dari produk-produk ini. Mulai dari kegiatan masak-memasak di dapur, mandi, perawatan tubuh dan kecantikan, pengisian bahan bakar, valentine, hingga makan mie instan. Semuanya, sedikit atau banyak berkaitan dengan minyak kelapa sawit.

Namun, dibalik dekatnya minyak kelapa sawit pada kehidupan manusia. Tidak jarang, hutan alam menjadi korbanya. Dalam beberapa kasus bahkan, rumah untuk satwa langka dan biodiversitas tinggi, rusak karena dikonversi menjadi kebun sawit. Demikian untuk kebun sawit yang dibangun di atas lahan masyarakat lokal tanpa sepengetahuan mereka, sampai-sampai ada yang diusir secara paksa dari lahanya sendiri. Termasuk, pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan lainnya.

Terlepas dari banyaknya laporan terhadap kasus-kasus tersebut. Organisasi dunia, lembaga pemerintah, dan organisasi-organisasi lain yang berkepentingan, kini tengah mendorong agar minyak kelapa sawit yang di diproduksi dan kebunnya menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan. Alhasil, beberapa perusahaan dan petani kini mulai mengadopsi praktek-praktek yang berkelanjutan dalam pengelolaan kebun maupun produksi minyak kelapa sawitnya.

Meski dihantam persoalan kesehatan dan lingkungan yang menjadi ketentuan Uni Eropa, menekan ekspor minyak sawit Indonesia ke negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa. Namun, permintaan minyak sawit dari Indonesia tetap tinggi. Karena pasar minyak sawit Indonesia juga ke negara-negara Eropa non anggota Uni Eropa dan Amerika. Ditambah lagi blok dagang EFTA (Swiss, Norwegia, Liechtenstein dan Islandia) telah menyepakati ekspor minyak sawit dan turunannya pasca referendum swiss untuk kembali menjalin kerja sama dagang pada sektor kelapa sawit. Hal ini, memberikan angin segar sekaligus menjadikan tantangan bagi Indonesia untuk memproduksi minyak sawit yang berkelanjutan.

Untuk mengetahui lebih jauh apa saja inisiatif dan kesepakatan yang exist saat ini dan bagaimana dinamika diplomasi Indonesia dalam pasar internasional, khususnya isu perkelapasawitan. Auriga Nusantara pun menjadikanya sebagai tema diskusi daring Ngopini Sawit #6: Permintaan Pasar Minyak Kelapa Sawit dan Diplomasi Indonesia Dalam Pasar Global.

Narasumber dan tema presentasi

Waktu dan Lokasi

Hari/Tanggal: Kamis, 25 Maret 2021

Pukul: 10.00 – 12.00 WIB

Lokasi: Youtube Auriga

Peserta

Kegiatan ini akan mengundang peserta merepresentasi para pihak persawitan, kementerian/lembaga negara, perusahaan/asosiasi, masyarakat sipil, akademisi, media dan pekebun sawit.

Ngopini Lainnya

Kebun Sawit Plasma: Realitas Dan Tantangan

Perlindungan Hutan Alam Tersisa dalam Perkebunan Sawit

Industrialisasi Sawit Nasional: Realitas dan Tantangan

'