Kebun Sawit Plasma: Realitas Dan Tantangan

Latar Belakang

Industri sawit Indonesia tidak bisa lepas dari sawit plasma. Meskipun tidak berkontribusi secara signifikan terhadap pendapatan negara, namun sawit plasma secara langsung dinikmati rakyat sebagai petani. Sayangnya, perhatian pemerintah tidak begitu besar seperti kepada perusahaan perkebunan, meskipun telah diamanatkan melalui Undang Undang No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Undang Undang No. 39 Tahun 2014 telah mengamanatkan perusahaan perkebunan wajib untuk memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat (plasma) sekitar paling rendah seluas 20% dari total luas areal kebun yang diusahakan. Sayangnya, posisi industri sawit yang strategis ini belum mampu mendorong pelibatan petani sawit secara adil, tercermin misalnya dalam pemenuhan pembangunan kebun sawit plasma yang belum optimal.

Pada akhir 2018, luas lahan plasma hanya sekitar 617.000 hektare. Padahal, luas areal perkebunan sawit perusahaan besar pada 2018 adalah 8.507.462 hektare (Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, 2020), seharusnya, bila dihitung secara kasar, luas areal plasma sudah mencapai 1.701.492 hektar. Untuk mendorong pertumbuhan industri sawit yang inklusif, kebijakan pembangunan kebun sawit plasma penting agar pembangunan perkebunan sawit tidak menimbulkan ketimpangan ekonomi, karena manfaat industri sawit dapat dinikmati secara adil oleh masyarakat disekitar perkebunan sawit.

Bagaimana sebenarnya realita pelaksanaan kebijakan tersebut dan seperti apa tantangannya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut Auriga Nusantara menyelenggarakan diskusi daring Ngopini Sawit #10: “Kebun Sawit Plasma: Realitas Dan Tantangan”.

Narasumber dan Tema Presentasi

Waktu dan Lokasi

Hari/Tanggal: Kamis, 28 Oktober 2021

Pukul: 13.30 – 15.30 WIB

Lokasi: Youtube Auriga

Peserta

Kegiatan ini akan mengundang peserta merepresentasi para pihak persawitan, kementerian/lembaga negara, perusahaan/asosiasi, masyarakat sipil, akademisi, media dan pekebun sawit.

Ngopini Lainnya

Perlindungan Hutan Alam Tersisa dalam Perkebunan Sawit

Industrialisasi Sawit Nasional: Realitas dan Tantangan

Penerimaan Sawit dan Kontribusinya Pada Pembangunan Daerah

'