[Juni 2020] Pasca-covid-19, Perlukah Indonesia Memperluas Kebun Sawit?

Pandemi covid-19 memicu krisis. Tak hanya krisis kesehatan publik, tapi juga krisis ekonomi dan politik. Virus ini, menurut Johns Hopkins University & Medicine, hingga pukul 18.33 WIB 10 Juni 2020 telah menginfeksi 7.258.842 jiwa dan mengakibatkan kematian 411.694 jiwa. Krisis politik kini terjadi di Brasil dan Amerika Serikat. Pengangguran di Amerika Serikat, misalnya, meningkat tajam mencapai 14,7%, terburuk setelah Great Depression.

Betapapun, krisis pasca-covid tampak tak terhindarkan. Berbagai instrumen kebijakan dan keuangan disiapkan, seperti yang dilakukan The Fed dengan mencadangkan pinjaman lebih dari US$3 triliun (sekitar Rp 43.933 triliun) dan kebijakan bunga yang sangat rendah. Para pemimpin Uni Eropa sedang mengusulkan coronavirus rescue plan sebesar US$825 milliar (sekitar Rp 12.081 triliun), sementara China menyediakan paket pemulihan ekonomi sebesar 4 triliun yuan (sekitar Rp 8.100 triliun). Di Indonesia kebijakan yang diambil berupa penambahan APBN 2020 sebesar Rp 405 triliun untuk penanganan dampak covid.

Indonesia sedang diarahkan pada new normal, artinya ekonomi akan digerakkan. Saat dan pasca-krisis, sebagaimana pada krisis 1998, industri ekstraktif cenderung digenjot. Kemudahan perolehan hasil langsungnya dalam waktu cepat menyebabkan produksi produk mentah kerap menjadi pilihan pintas. Subsidi melalui kebijakan dan relaksasi regulasi cenderung diberikan. Sangat mungkin termasuk perluasan kebun sawit.

Tapi, haruskah demikian? Haruskah kita memperluas deforestasi ataukah kita punya jalan lain? Bisakah kita belajar dari masa lalu kemudian memperbaikinya dengan fokus pada kebutuhan dalam negeri dan industrialisasi sawit yang lebih menusantara?

Webinar Ngopini Sawit #2: Pasca-covid-19, Perlukah Indonesia Memperluas Kebun Sawit? yang digagas Auriga Nusantara bekerja sama dengan SPOS Indonesia KEHATI ini akan mendialogkannya.

Narasumber dan tema presentasi

Waktu: Rabu, 24 Juni 2020, pukul 13:30 - 15:50 WIB

Lokasi: Di zoom webinar. Link pendaftaran dapat diklik disini.

Peserta

Kegiatan ini akan mengundang peserta merepresentasi parapihak persawitan, termasuk kementerian/lembaga negara, perusahaan/asosiasi, masyarakat sipil, akademisi, dan pekebun.