Apa Itu Biofuel?

By , in Beranda Berita Sawit on . Tagged width: , ,

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 25 Tahun 2013 Pasal 1, Bahan Bakar Nabati (BBN) atau biofuel adalah bahan bakar lain yang berbentuk cair atau gas yang berasal dari bahan-bahan nabati dan atau dihasilkan dari bahan-bahan organik lain yang ditataniagakan sebagai bahan bakar lain. Bahan bakar lain adalah bahan bakar yang berasal dari selain minyak bumi, gas bumi, dan hasil olahan.

Bahan bakar nabati dapat dikelompokkan menurut sumber dan jenisnya. Menurut FAO (2008), bahan bakar nabati dapat berasal dari hutan, produk pertanian atau perikanan atau limbah kota, agroindustri, industri makanan, dan limbah makanan. Sedangkan menurut jenisnya, biofuel dapat berbentuk padat, seperti kayu bakar, arang, dan pellet kayu; cair, seperti bioethanol, biodiesel, dan bio-oil (minyak nabati murni); atau gas, seperti biogas.

Sumber: FAO (Modified)

Dalam laporan FAO tersebut juga dijelaskan megenai perbedaan mendasar antara bahan bakar nabati primer (tidak diproses) dan bahan bakar nabati sekunder (diproses). Bahan bakar nabati primer adalah bahan organik yang dipakai menjadi bahan bakar dalam bentuk alaminya. Seperti kayu bakar, serpihan kayu, dan pelet kayu. Bahan bakar primer umumnya digunakan dengan cara dibakar secara langsung, untuk memasak, memanaskan atau untuk listrik industri skala kecil dan besar dalam proses produksi.

Sementara itu, bahan bakar nabati sekunder adalah bakar bakar yang berbentuk padat, seperti arang; cair, seperti bioetanol, biodiesel, dan bio-oil; atau gas, seperti biogas. Bahan bakar sekunder memiliki lebih banyak kegunaan, sebagai bahan bakar transportasi misalnya atau untuk proses industru bersuhu tinggi.