Produksi Minyak Sawit 2017 Belum Maksimal Dari Segi Input

By , in Beranda Berita Sawit on .

Produksi minyak sawit naik sebesar 6,21 persen di tahun 2017. Sementara itu, jumlah petani kelapa sawit secara nasional pun mengalami kenaikan sebesar 3,35 persen di tahun yang sama. Angka ini didapatkan melalui perhitungan perubahan produksi dan jumlah petani dengan mempertimbangkan rata-rata dari masing-masing variabel di kedua tahun (mid-point). Data didapatkan melalui publikasi Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian tahun 2015-2017.

Penghitungan ini berguna untuk melihat apakah produksi rata-rata atau produktivitas minyak sawit masih dapat meningkat apabila faktor produksi ditambah, dalam hal ini jumlah petani.

Dengan menggunakan metode penghitungan elastisitas mid-point, secara nasional, produksi minyak sawit sebenarnya masih bisa ditingkatkan. Elastisitas produksi minyak sawit terhadap jumlah petani adalah 1,9. Ini berarti setiap penambahan jumlah petani sebesar 1 persen akan menyebabkan penambahan produksi lebih besar dari 1 persen.

Dengan asumsi bahwa minyak sawit adalah produk yang mengutungkan, dan keputusan yang diambil oleh para pengusaha minyak sawit secara nasional adalah berdasarkan pendapatan yang maksimum dengan jumlah petani tertentu. Maka, menghentikan produksi pada titik ini tidak lah rasional. Karena sebenarnya para pengusaha masih bisa meningkatkan pendapatanya melalui peningkatan produksi minyak sawit. Perlu diingat bahwa elastisitas produksi minyak terhadap jumlah petani dapat bervariasi dari tahun ke tahun.

Recommended articles